Menu
SEI GOHONG NEWS

Tokoh Adat dan Budaya Kalteng Christina Bangkan: “Peristiwa Kanyala Sudah Capai Kesepakatan Damai, Tidak Ada Aksi Atau Demo”

  • Bagikan
banner 468x60

Palangka Raya (Kalteng), seigohongnews.com – Rupanya peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu di masih menyisakan masalah, walaupun saat ini sedang dalam proses perdamaian antara PT. Karunia Kencana Permai Sejati Estate 3 dengan 4 orang korban penembakan.

Terkait hal tersebut di atas, kami dari media seigohongnews.com meminta pendapat dan masukan dari salah seorang Tokoh Ada dan Budaya Dayak Kalimantan Tengah, Ibu Christina Bangkan, Selasa (13/01/2026). Kebetulan beliau hadir sebagai bagian dari Tim Investigasi yang ke Kanyala pada tanggal 29 Desember 2025 yang lalu.

Dari Bu Christina Bangkan diperoleh penjelasan bahwa, proses perdamaian antara pihak perusahaan dan 4 korban penembakan sudah hampir selesai. PT. KKP Estate 3 sudah mencabut laporannya.

“Saya mendapat telepon dari keluarga di Kanyala, disampaikan bahwa telah terjadi proses perdamaian antara perusahaan dengan 4 orang korban. Tim Investigasi yang bernama Forum Koordinasi Damang Kepala Adat Kotim telah memfasilitasi perdamaian l. Jadi tidak ada yang perlu diributkan lagi, dan kami tidak ada rencana mau melakukan aksi atau demo terkait masalah tersebut,” ungkap Christina Bangkan.

Saat ditanya bagaimana dengan oknum yang diduga dari APH yang diduga sudah melakukan penembakan, beliau sampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada ya g melaporkan oknum yang diduga melakukan penembakan tersebut ke Propam Polda Kalteng.

Lanjutnya, “Kita memang sudah turun ke lapangan dan memang ada penembakan terhadap 4 orang yang diduga dilakukan oleh oknum aparat. Tapi sampai saat ini kita tidak bisa membuktikan siapa oknum aparat tersebut. Ini yang harus diperhatikan. Dan sampai sekarang tidak ada laporan ke Propam Polda Kalteng terkait oknum yang diduga melakukan penembakan.”

Saat awak media ini menyasar dengan satu pertanyaan lagi, apakah perlu ada aksi atau demo ke Polda Kalteng terkait penembakan tersebut, Bu Christina Bangkan menjelaskan dengan lugas. Bahwa peristiwa penembakan itu sudah selesai dengan perdamaian. Jadi kenapa harus demo ke Polda Kalteng, sedangkan yang melaporkan adalah perusahaan sehingga muncul peristiwa tersebut. Jadi tidak perlu demo atau aksi ke Polda Kalteng, agar tidak mengganggu proses perdamaian antara pihak perusahaan dan 4 korban tersebut,” tutup Bu Christina Bangkan

(Eman Supriyadi/Red)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *