OPINI:
Oleh: GADSON A. MIHING*)
Dalam tulisan kali ini saya menuliskan keresahan hati sebagai putra Dayak yang merasa tidak ada keadilan bagi kami di selama ini.
Apa yang kita alami (Dayak) selama ini serasa tak dihargai, di rezim lalu kita dikasih angin surga melalui Wamen KLHK pak Alue Dohong, kita sudah merasa bangga apa lagi sebelumnya kita jor-joran dengan memberi gelar-gelar bagi pejabat bangsa ini, tapi apa yang kita dapat.
Hutan alam yang dulunya rimbun dan lebat kini hanya tinggal semak belukar yg tidak ada manfaat nya,lubang tambang raksasa yang menganga seolah-olah ingin menelan mangsanya, hutan habis di babat. Apakah kita bangsa Dayak hanya objek untuk dimanfaatkan alam nya…? Bangsa ini melalui alam yang dulunya sejuk menjadi malapetaka sudah banyak terjadi bencana banjir. Saya ingat di tahun 90an di Pangkoh Kecamatan Pandih Batu tidak pernah banjir tapi sekarang banjir sampai mengenang jalanan.Dan dulu belum ada sawit di kiri kanan hanya ada pohon galam dan tanaman purun yg di buat untuk bakul tikar kini jarang di temukan bahkan tidak ada.Apakah kita bangsa dayak melihat hal ini diam..!
Sekarang kita harus berbuat apa…? jangan diam kalau kamu merasa berdarah dayak dan berjiwa dayak siapa pun dia yg diam di tanah dayak ayu bangkit lakukan dan buat lah yg terbaik buat bangsa dayak.Hai putra,putri dayak jangan kalian diam terlena oleh janji” bangsa ini sehingga kita lupa, jati diri dayak dan perjuangan pendahulu dayak mereka inggin bangsa dayak ini di hargai bukan di takuti.
Kita ingat perjanjian Tumbamg Anoi bagaimana perjuangan para tokoh Dayak saat itu mengumpulkan mereka di satu tempat yg berjauhan ,tapi pada akhir nya bisa bersatu dan mengambil satu keputusan persatuan bangsa dayak sehingga apa di putuskan saat itu berhasil.Tapi apakah sekarang tidak ada lagi kesempatan bagi bangsa dayak untuk berbuat baik sehingga bangsa ini tidak lagi di memperhitungkan nya…?, miris sekali bangsa ini kenapa dayak tersingkirkan dari tanah nya sendiri .
Ayo kita bangsa dayak haruskah kita seperti papua yg pakai kekeran sehingga di akui oleh bangsa ini…?aku rasa tidak….! tapi apabila apa yg kita minta bangsa ini diam apa boleh buat… cukup lah kita rasakan ketimpangan ini .Jangan kita terlena dengan janji” yg hanya menguntukan segelitir orang ,tapi tidak untuk bangsa dayak mari kita gaung kan keadilan itu jangan hanya didengar tapi di lakukan. Dayakku…dayakku…dayakku..jangan engkau terimajinalkan tapi bangkit lah.
(Redaksi)
*) Penulis adalah Warga Dayak yang tinggal di Jakarta















