Palangka Raya (Kalteng), seigohongnews.com – Ratusan warga dari beberapa desa di Kecamatan Kapuas Tengah dan Pasak Talawang berkumpul di Betang Hapakat Jalan RTA Milono Palangka Raya. Mereka sampai di betang tersebut pada hari Sabtu sore (8/11/2025).
Kedatangan mereka adalah untuk menuntut atau meminta pihak Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk melepaskan atau membebaskan tiga orang warga yang dititipkan oleh Polres Kapuas di Polda Kalteng. Sebagai persiapan untuk hal tersebut, diadakan rapat khusus agar segala sesuatunya berjalan dengan baik. Rapat tersebut dilaksanakan di selasar Betang Hapakat pada hari Minggu (9/11/2025) sore.
Dalam rapat tersebut disepakati untuk mendatangi Polda Kalteng keesokan harinya (Senin, 10/11/2025/kemarin-Red). Salah satu pembicara utama dalam rapat tersebut adalah Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Kalteng, Eman Supriyadi.
Dalam arahannya, Eman Supriyadi meminta agar masyarakat yang menuntut pembebasan tanpa syarat terhadap 3 orang warga yang ditangkap, agar dilakukan dengan baik dan benar agar tidak menimbulkan masalah baru.
“Tujuan utama kita adalah memohon pada pihak Polda Kalteng agar bisa melepaskan tiga orang tahanan yang dititipkan oleh Polres Kapuas. Jadi Polda Kalteng hanya menerima titipan, oleh karena itu besok kita harus jaga sikap dan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Eman Supriyadi pada warga yang antusias mengikuti rapat.

Lanjut Eman, “Secara pribadi maupun kelembagaan, saya tidak ingin adanya benturan antara masyarakat dengan pihak kepolisian. Karena Polres Kapuas melakukan penangkapan berdasarkan laporan yang diduga dilakukan oleh pihak PT. Kapuas Maju Jaya (KMJ). Karena itu mari kita ikuti prosedur dan tetap fokus untuk meminta agar tiga orang saudara kita bisa dibebaskan.
Rapat berjalan lancar dari awal sampai selesai, dan kegiatan tersebut dihadiri oleh Dirintelkam Polda Kalteng dan jajarannya, Kasat Intelkam Polresta Palangka Raya dan jajarannya, serta para jurnalis Kota Palangka Raya. Kehadiran Dirintelkam hanya ikut mendengarkan saja dan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kapuas yang berada di Betang Hapakat.
(Setniriati)















