Menu
SEI GOHONG NEWS

Aktivis Kalteng, Eman Supriyadi: “Seharusnya Aksi di PUPR Kalteng Beberapa Waktu Lalu Tidak Sampai Begitu, Caranya Kurang Etis”

  • Bagikan
0-4896x6528-0-0-{}-0-24#
banner 468x60

Palangka Raya (Kalteng), seigohongnews.com – Geliat pembangunan di Kalimantan Tengah akhir-akhir ini menjadi sorotan masyarakat Kalteng. Beberapa kejadian yang merupakan imbas dari Kebijakan-kebijakan yang diduga tidak transparan, diduga kurang koordinasi sempat meramaikan panggung hukum di Kalimantan Tengah.

Hal tersebut terungkap saat media ini mewawancarai salah seorang Aktivis Kalimantan Tengah, Eman Supriyadi pada Senin (08/06/2026) sore di ruang kerjanya.

Saat ditanya tanggapannya terkait aksi atau demo di gerbang masuk Kantor PUPR Kalteng pada Rabu (03/06/2026) lalu, Eman Supriyadi dengan lugas dan tegas menyampaikan pandangannya. Menurutnya, dalam melakukan demo ada tata krama dan sopan santun walaupun itu tidak ada dalam SOP demo atau aksi, atau penyampaian pendapat di muka umum.

Eman Supriyadi yang juga Pimpinan Redaksi dari salah satu media online di Kalteng ini, sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh masyarakat di PUPR Kalteng. Tidak perlu ada saling dorong, saling membentak, atau dengan cara yang kurang sopan.

“Seharusnya aksi di PUPR Kalteng beberapa waktu lalu tidak sampai begitu, caranya kurang etis. Kan kita masih bisa dengan kepala dingin, walaupun sambil teriak-teriak. Bisa dilakukan lebih santun lagi,” tegas Eman.

Kembali Eman Supriyadi menyampaikan secara gamblang terkait demo tersebut. Dalam pandangannya, seharusnya tidak usah dilakukan demo, bersurat saja mohon penjelasan dan lakukan perbaikan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan kegiatan.

“Kalau kaca mata saya pribadi, sebenarnya tidak perlu ada demo kalau terkait cat yang terkelupas pada jalur sepeda tersebut. Lebih baik bersurat untuk meminta klarifikasi dan meminta agar pekerjaan dilakukan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan pekerjaan. Atau bisa juga mohon waktu untuk audiensi dengan Kadis PUPR Kalteng. Kan pekerjaan tersebut belum PHO, masih dalam proses pengerjaan,” jelas Eman.

Menutup penjelasannya, Eman menyampaikan agar ke depannya jangan lagi terjadi hal-hal yang kurang sopan dalam penyampaian pendapat di muka umum. Sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik, walaupun sambil berteriak dalam menyampaikan aspirasi.

“Kalau aksi sudah dibumbui dengan emosi, maka endingnya bisa dipastikan tidak baik. Dalam tahun ini saya pimpin demo di beberapa tempat, dan itu kami sampaikan dengan cara santun dan menohok ke sasaran demo. Orang akan lebih menghargai kita kalau kita sampaikan dengan cara-cara yang baik,” tutup Eman Supriyadi.

(Tim Redaksi)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *