Palangka Raya (Kalteng), seigohongnews.com – Acara khusus perdamaian antara masyarakat Desa Kenyala Kecamatan Talawang Kabupaten Kotawaringin Timur dengan PT. Karunia Kencana Permaisejati Estate 3 (KKP 3) tinggal menghitung hari saja.
Membahas masalah tersebut, media ini menghubungi Ketua Betang Mandau Talawang (BMT) Kalimantan Tengah, Kristianto Diun Tunjang pada Rabu (14/01/2026) sore. Lelaki paroh baya yang akrab dipanggil Deden ini menyampaikan bahwa kesepakatan damai antara masyarakat yang jadi korban dan pihak perusahaan sawit tersebut sudah berproses. Dan beberapa hari lagi akan ada acara untuk tujuan tersebut.
“Kan masyarakat Kenyala korban penembakan dan perusahaan sawit PT. KKP 3 sudah sepakat untuk berdamai. Sudah difasilitasi oleh Forum Damang Kepala Adat Kotim, dan kedua belah pihak sudah berdamai. Dan acara perdamaian tersebut akan digelar pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026. Saya dan beberapa pengurus dan anggota BMT akan hadir pada acara tersebut,” jelas Deden.
Terkait adanya rencana demo dari para pihak, Deden sangat menghormati rencana tersebut karena merupakan hak setiap warga negara.
Lanjut Deden, “Warga Kenyala korban penembakan sudah berdamai dengan PT. KKP 3, demo atau aksi adalah hak konstitusional warga negara. Saya menghormati rencana para pihak untuk berdemo, dan itu tidak bisa kita larang.”
“Akan tetapi harapan saya, dimohon untuk tidak membahas terkait dengan perdamaian 4 warga Kenyala dengan perusahaan. Semua sudah berjalan baik, tinggal pelaksanaan acara perdamaian dalam beberapa hari ke depan,” sambung Ketua BMT Kalteng yang juga seorang aktivis ini.
Menutup penjelasannya, Kristianto Diun Tunjang mengharapkan, “Semoga semua pihak bisa menahan diri dan saling menghargai sehingga proses perdamaian antara PT. KKP 3 dan 4 orang warga Kenyala bisa berjalan sesuai harapan kita semua. Dan ini bisa tercapai juga tidak lepas dari bantuan Tokoh Adat dan juga Tokoh Masyarakat Desa Kenyala, Saudara Loling dan Jono. Secara pribadi dan kelembagaan saha ucapkan terima kasih atas bantuan mereka berdua.”
Untuk diketahui bahwa bahwa saudara Loling dan Jono adalah Pengurus Komunitas Adat Desa Kenyala, yang punya peran penting tercapainya perdamaian para pihak tersebut di atas
(Eman Supriyadi/Red)















