Jejak dan Info TNI:
Palangka Raya (Kalteng), seigohongnews.com – Pada 1 Juni 2020, keluarga besar berkumpul di Cikeas untuk doa bersama mengenang satu tahun wafatnya Ibu Ani Yudhoyono. Dalam suasana haru itu, Pramono Edhie Wibowo hadir dan bersilaturahmi seperti biasa. Namun saat berpamitan, ia menyampaikan kalimat yang kemudian terasa begitu dalam maknanya.
Kepada keponakannya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ia berkata pelan, “Gus, mohon maaf ya. Om mohon maaf ya.” Saat itu, AHY mengira ucapan tersebut hanyalah bagian dari tradisi saling memaafkan di suasana Lebaran. Tak ada firasat apa pun.
Sehari setelahnya, 2 Juni 2020, almarhum juga mendatangi Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Dari penuturan Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Pramono Edhie beberapa kali menyampaikan permohonan maaf karena merasa jarang berkunjung. Ucapan yang terdengar sederhana itu belakangan terasa sebagai tanda perpisahan seorang prajurit kepada satuan yang begitu dicintainya.
Ketika pada malam hari ia berpulang ke hadirat Sang Maha Pencipta, keluarga dan para sahabat baru menyadari makna dari rangkaian kata yang ia ucapkan. Seolah-olah ia sedang menuntaskan silaturahmi terakhirnya meminta maaf, merapikan hubungan, dan meninggalkan kenangan baik.
AHY juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya ia bermimpi bertemu almarhumah ibundanya, Ani Yudhoyono, yang merupakan saudara kandung terdekat Pramono Edhie. Mimpi itu kini terasa seperti pertanda yang menyentuh hati.
Kisah ini bukan sekadar cerita tentang wafatnya seorang jenderal, melainkan tentang ketulusan hati, kerendahan jiwa, dan cara seorang prajurit menutup pengabdiannya dengan penuh kehormatan.
(Eman Supriyadi) Credit to Fb Om Phol















