Menu
SEI GOHONG NEWS

Hukum Adat Ditegakkan di Otorita IKN, Bapakat Nyalamat Idup (Bersatu Menyelamatkan Hidup)

  • Bagikan
banner 468x60

OPINI:

Oleh: GADSON A. MIHING*)

Hidup Dikandung Adat, Mati di Kandung Tanah. Tanah kami bukan sekadar tanah, tapi darah leluhur kami, dan Adat Budaya kami adalah nyawa Leluhur kami. Merampas tanah kami dan upaya meniadakan Adat Budaya Kami berarti memusnahkan kami orang Dayak. Kami tidak akan diam. kami akan melawan.

Begitu juga soal keadilan di negeri ini. Sudah cukup ketidakadilan kami alami! Kami selalu bersikap adil terhadap sesama manusia dan selalu berupaya berbuat baik terhadap sesama manusia sesuai ajaran leluhur kami (Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata).

Ingat baik-baik……

Keadilan bagi orang Dayak bukan untuk diminta, tapi ditegakkan. Jangan jadikan kami penonton di tanah sendiri. Ketidakadilan yang berlarut-larut adalah benih perlawanan yang akan meledak dan memunculkan konflik dan kerusuhan massal.

Sepanjang sejarah kehidupan Kami orang Dayak tidak pernah makar kepada negara, kami selalu mendukung pemerintah Indonesia, terutama Pemerintah dibawah pimpinan Prabowo Subianto. Yang kami lawan adalah ketidak Adilan dan pemusnahan adat budaya kami orang Dayak secara terstruktur dengan aturan dan tindakan oknum-oknum yang kami sebut penjajah dari dalam bangsa sendiri.

Hilangnya salam Dayak, ” Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata” bagi kami adalah upaya meniadakan jati diri kami orang Dayak, yang berarti pula ingin menghilangkan keberadaan orang Dayak dan tidak mengakui bahwa Dayak itu ada.

Kami minta Hukum Adat di tegakkan di Otorita IKN dan Tulisan atau tugu Salam Dayak harus segera berdiri.

Hai Seluruh Bangsa Dayak ku, harus kah kita diam, harus kah kita bungkam atas ketidak Adilan dan upaya penghilangan identitas Dayak. Saat nya kita bangkit, saatnya kita bersatu, berjuang bersama menuntut ketidakadilan dan upaya terstruktur penghilangan identitas Dayak di Otorita IKN.

Salam Satu Darah, Dayak Abadi

*) Penulis adalah Warga Dayak yang tinggal di Jakarta dan aktif di berbagai organisasi

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *