Menu
SEI GOHONG NEWS

Ketua Gerdayak Indonesia Yansen A. Binti Protes Keras PT. KAI Yang Beroperasi di Kaltara Karena Merekrut Tenaga Kerja Dari Luar Kalimantan

  • Bagikan
banner 468x60

Palangka Raya (Kalteng), seigohongnews.com – Tokoh Adat dan sekaligus Ketua Umum Gerdayak Indonesia, Yansen A. Binti menyampaikan protes keras atas kebijakan dan langkah PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI) tersebut karena dinilai menciderai kearifan lokal dan tenaga lokal.

Beredarnya video rekrutmen PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI) di SMK Singosari, Malang, Jawa Timur, menimbulkan reaksi keras publik Kalimantan Utara, karena PT. KAI beroperasi di kawasan industri hijau Indonesia Tanah Kuning Mangkupadi Kaltara tersebut itu dinilai mengabaikan potensi tenaga kerja lokal.

“Dimana kita ketahui bahwa PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI) beroperasi di pulau Kalimantan, harusnya memberdayakan tenaga lokal, bukan memgambil dari luar Kalimantan. Karena tenaga lokal tidak kalah bersaing juga dengan orang-orang luar, masa warga lokal disuruh nonton aja…?!” ungkapnya pada Senin (23/3/26)

Yansen A. Binti menegaskan masih banyak lulusan SMK di Bulungan, Rakan, dan wilayah kaltara lainnya masih banyak yang membutuhkan lapangan kerja, apakah kualifikasi lulusan daerah dianggap belum mumpuni atau SDM lokal hanya untuk jadi penonton di rumah sendiri.

“Kami Gerdayak Nasional secara terbuka memprotes apa yang di lakukan PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI) karena tindakan tersebut sudah mencederai perasaan masyarakat setempat, kami berharap agar perusahaan yg berusaha diwilayah Kalimantan ini benar benar menempatkan tenaga kerja lokal sebagai prioritas utama dalam penyerapan tenaga kerja, ” tegas Yansen.

Foto: Saat rekrutmen Karyawan PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI) di SMK Singosari, Malang, Jawa Timur

Ketua Umum Gerdayak Indonesia tersebut mendesak PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI) untuk memberikan prioritas utama bagi tenaga lokal, jangan hanya menjadi janji manis investasi saja.

“Karena putra dan putri daerah Kaltara harus diberikan kesempatan dan ruang utama bagi mereka dalam bekerja didaerahnya, sehingga mampu bersaing dengan tenaga luar, jangan hanya di jadikan penonton di rumah sendiri, ” jelas Yansen A. Binti.

Lebih lanjut, Ia menuturkan mengapa perusahaan harus menjemput bola hingga keluar daerah, sementara masyarakat Kalimantan berharap banyak peluang tenaga kerja yang di sediakan perusahaan lokal seperti PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI) ini.

“Jangan hanya mengambil keuntungan di tanah Kalimantan saja, tetapi tidak memberikan peluang bagi masyarakat lokal dan hanya menjadikan penonton, justru memberikan keuntungan bagi orang luar Kalimantan, ini sudah melanggar filosopi…dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, ” beber Yansen A. Binti Ketua Umum Gerdayak Indonesia tersebut.

(Eman Supriyadi) Credit to Langkah Kalteng

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *