Jakarta, seigohongnews.com – Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII) telah menyelenggarakan Industry Alignment Forum di Hotel Aloft South Jakarta, Jalan TB Simatupang. Lebih dari 50 perwakilan rumah produksi iklan dari seluruh Indonesia menghadiri acara yang bertujuan menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan ekosistem periklanan nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal IRPII Bapak Yuda memperkenalkan dua program andalan untuk meningkatkan kapasitas industri. “Kami punya podcast Frame By Frame yang membahas tren kreatif dan teknologi industri, serta Final Statement Review sebagai wadah evaluasi dan pembelajaran dari proyek iklan. Kami harap kedua program ini bisa jadi referensi dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya pada Senin, 09/02/2026.
Rifqi Zarkasih, Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPI) sekaligus Ketua Harian dan Ketua Pelaksana Kegiatan, menyampaikan bahwa acara ini menjadi awal penting bagi industri. “Ini bukan hanya pertemuan, melainkan langkah untuk menyelaraskan industri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pasar. Alhamdulillah, acara ini mendapat sambutan positif, termasuk dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Bidang Periklanan sejak perencanaan,” jelasnya.
Direktur Direktorat Periklanan BEKRAF Selliane Ishak yang hadir sebagai narasumber utama mengapresiasi inisiatif IRPII dan menegaskan komitmen dukungan. “Industri periklanan adalah pilar penting ekonomi kreatif dengan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Kesepakatan yang dicapai sangat relevan dengan program kerja BEKRAF, terutama dalam standarisasi, pengembangan sumber daya manusia, dan promosi konten lokal. Kami siap berkolaborasi, mendukung penuh sekaligus pendampingan teknis,” ucapnya.

Setelah diskusi intens tentang tantangan dan peluang industri digital, para peserta mencapai empat kesepakatan penting:
– Membentuk komite kerja bersama untuk menyusun standar kualitas produksi iklan nasional sesuai standar internasional, termasuk aspek kreatif, teknis, dan keberlanjutan lingkungan.
– Mengembangkan program pelatihan berkelanjutan dengan dukungan BEKRAF dalam kurikulum.
– Mendirikan platform informasi bersama untuk mempermudah akses pasar, berbagi sumber daya, dan kolaborasi antar rumah produksi iklan di seluruh Indonesia.
– Berkomitmen mendukung penggunaan konten lokal dan nilai budaya dengan target minimal 60% konten iklan nasional mengintegrasikan elemen budaya lokal pada target tahun 2026.
Menutup acara, Rifqi Zarkasih menyampaikan harapannya terhadap implementasi kesepakatan tersebut. “Kami berharap seluruh pihak dapat menjalankan komitmen yang telah disepakati dengan penuh kesungguhan. Melalui kolaborasi yang erat antara IRPII, BEKRAF, dan seluruh pelaku industri, kita bisa membawa industri produksi iklan Indonesia naik kelas dan bersaing di kancah internasional, sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan keindahan budaya Indonesia ke seluruh dunia,” tandasnya.
(Dina Nurina)















