Palangka Raya (Kalteng), seigohongnews.com – Di tengah dominasi para jenderal senior, nama Aulia Dwi Nasrullah mencuat sebagai simbol generasi baru TNI Angkatan Darat yang penuh energi, prestasi, dan ketangguhan. Lahir di Gresik pada 28 Agustus 1977, ia mencatatkan sejarah sebagai salah satu perwira tinggi termuda dengan pangkat Brigadir Jenderal sebuah pencapaian langka di usia yang belum genap 50 tahun.
Melonjak Cepat, Menembus Batas
Pada usia 46 tahun 4 bulan, Aulia resmi menyandang pangkat Brigjen setelah dilantik berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/2637/XII/2023. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Asops Kaskogabwilhan III), sebuah posisi strategis yang bermarkas di Timika.
Penunjukan ini dilakukan oleh Agus Subiyanto sebagai bentuk kepercayaan atas rekam jejak dan kapabilitasnya di bidang operasi militer.
Lulusan Terbaik, Prajurit Tempur Sejati
Sebagai alumni Akademi Militer tahun 1998 dari kecabangan Infanteri Kopassus, Aulia telah menapaki karier panjang yang penuh tantangan. Selama lebih dari dua dekade pengabdian, ia tidak hanya menempati jabatan struktural, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai operasi militer penting.
Ia pernah mengemban misi internasional sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB di Kongo, bahkan dipercaya sebagai Komandan Satgas Indo FPC XXVI F2 pada periode 2013–2014 sebuah posisi yang membutuhkan kepemimpinan kuat di tengah dinamika konflik global.
Karier Cemerlang di Kopassus
Di tubuh Komando Pasukan Khusus, perjalanan Aulia terbilang impresif. Ia pernah menjabat berbagai posisi penting, mulai dari Danyon II Grup 1, Komandan Detasemen, Wakil Komandan Grup 2, hingga akhirnya menjadi Komandan Grup 2 Kopassus.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai:
Dandim 0623/Cilegon
Aslog Kasdam XVIII/Kasuari
Danmenchandra Akademi TNI
Setiap jabatan yang diembannya menjadi bukti konsistensi dan kualitas kepemimpinannya.
Inspirasi Generasi Muda TNI
Kisah Brigjen Aulia bukan sekadar tentang pangkat dan jabatan, melainkan tentang dedikasi, kerja keras, dan keberanian menembus batas. Di usia yang relatif muda untuk ukuran seorang jenderal, ia telah menunjukkan bahwa prestasi bukan ditentukan oleh waktu, tetapi oleh komitmen dan kualitas diri.
Perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bagi prajurit muda bahwa dengan tekad kuat dan loyalitas tanpa kompromi, puncak karier bukanlah mimpi, melainkan tujuan yang bisa diraih.
(Eman Supriyadi) Credit to Fb: Om Phol















